Love Life letter for Ummi….
Assalamualaikum ummi, How you are doing there, in the better
place? I know you must be doing OK and even better than just OK there.
Ummi,
Dari hari ke hari, Indah semakin mengerti apa yang hidup ini
inginkan untuk Indah jalani. Juga, semakin Indah merasa mungkin apa yang
terjadi dan menjadi karakter Indah saat ini adalah barokah dari do’a ummi,
harapan ummi untuk Indah.
Ummi,
Sampai detik ini, Alhamdulillah Allah memberkati Indah
dengan pola pikir yang semakin menuju dewasa untuk mengerti dan menjalani pola
hidup yang sudah digariskan untuk Indah.
Indah bangga terlahir dari seorang ummi yang kuat dan tegar.
Masih sangat lekat di ingatan ketika Indah menangis bahkan untuk hal yang
sangat sepele, ummi selalu bilang “Nak, menangis itu tidak menyelesaikan
masalah, bangun dan selesaikan masalahmu, siapapun yang bersalah, jangan pernah
malu untuk meminta maaf terlebih dahulu”. Walau saat itu Indah tidak bisa
sepenuhnya mengerti nasihat ummi dan tetap menangis untuk hal sepele. Itu
karena saat itu Indah beranggapan indah akan selalu punya ummi untuk mengadu
dan mencari pembelaan. But still, ummi told me the same words everytime Indah
faced problems.
Indah bangga terlahir dari seorang ummi yang kuat, tegar dan
setia. People used to read your lips without even have the willingness to
understand what you are thinking, and till now I’m sick of that ummi! Tapi
apapun itu bentuk perlakuan orang lain terhadap ummi, didepan Indah dan
adik-adik ummi selalu bersikap bahwa semuanya baik-baik saja dan tidak
berpengaruh sedikitpun terhadap kehidupan ummi. Dengan teguh ummi tetap berdiri
ditempat dimana ummi seringkali mendapat perlawanan. Ummi tinggalkan segala kenyamanan
ditempat dimana ummi biasa diperlakukan seperti ratu. Semua itu ummi korbankan
atas nama kesetiaan terhadap kodrat seorang istri dan seorang ibu. Indah so
much grateful to be you blood line, karena sekarang Indah hampir sepenuhnya
bisa mengerti apa yang sebenarnya dulu ummi rasakan. Sebelumnya Indah rasa
tidak akan bisa menjadi perempuan
setegar ummi, sampai pada
akhirnya Indah menemukan alasan untuk bangkit dan menjalani hidup setegar ummi.
Oleh karena itu, Indah bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada ummi
yang sudah menghadirkan adik-adik yang luar biasa berkarakter dan pengertian
yang menjadi alasan terkuat Indah untuk berdiri melanjutkan hidup.
Ummi,
Maafkan Indah yang terlalu naïf untuk bisa mengerti ummi,
tidak bisa mengerti kesepian ummi, penderitaan dan kesedihan ummi terutama
setelah Abi terlebih dahulu dipanggil oleh Allah. Keadaan kesehatan ummi pun
semakin memburuk dan masih juga ummi mengatakan semuanya masih baik-baik saja
dan tidak ada yang perlu kami khawatirkan. Sampai pada akhirnya, 2 minggu
sebelum ummi wafat, Indah meminta ummi untuk memaafkan Indah dan adik-adik dan
berjanji untuk tidak meninggalkan kami. Apa ummi masih ingat? Saat itu ummi pun
berjanji untuk tidak meninggalkan Indah dan adik-adik sendirian menjalani hidup
yang masih belum sepenuhnya kami mengerti. Indah kecewa karena ummi tidak
menepati janji ummi. Atau mungkin Allah sudah sangat rindu terhadap ummi dan
ingin menempatkan ummi ditempat dimana ummi akan bersama Abi. Tempat yang jauh
lebih baik dari yang pernah ummi kunjungi didunia ini. Jika memang itulah
kenyataannya ummi, maka Indah ikhlas. Akan tetapi, sungguh menjadi penyesalan
terbesar Indah tidak bisa menemani ummi di nafas terakhir ummi.
Ummi,
Terima kasih telah mengorbankan nyawa untuk melahirkan Indah
dan menghadirkan adik-adik yang sangat menguatkan Indah untuk bangkit
meneruskan hidup bersama mereka. Ummi, jangan pernah lepaskan do’amu untuk
kami. Kami sangat beruntung ummi mengenalkan kami dengan Allah yang Maha Baik,
Maha merawat kami dan selalu menganugerahi kami dengan ketabahan, kekuatan,
ketegaran dan kebarokahan hidup.
Indah dan adik-adik sungguh merasa beruntung telah tumbuh
dirahimmu, Rahim seorang perempuan yang sangat tegar, seorang pejuang yang
sejati. Seorang perempuan yang setia terhadap agama dan keluarga.
Terima kasih ummi,
Komentar
Posting Komentar