My first IELTS journey: sweet, spicy and sour part II
"Ive come to my final decision: aku harus semedi bersama kitab-kitab IELTS di tempat dimana aku ga bakal keganggu dengan ini itu, fokus IELTS. Fix berangkat ke Malang 5 hari sebelum the day for IELTS official test"
I consider my story above as the spicy part of my IELTS journey. Tanya kenapa? Karna jauh dari keluarga itu kaya berasa kesemutan seluruh badan, karna waktu itu lagi sibuk-sibuk bin asiknya nyiapin acara nikahan kakak sepupu dan aku harus migrasi ke Malang , omaigat! Oke, kuatkan hati dan berangkatlah aku ke Malang dengan tujuan: meminimalisir se minimal mungkin gangguan jenis apapun itu, huh! Hari pertama di Malang berjalan lancar dan sesuai harapan karna full seharian ada didalem kamar bersama IELTS preparation. Di hari pertama ini bener-bener aku merasakan kalau program "semedi" ini sangat membantu ke fokus dan ketenangan persiapan. Beberapa tips and trick bahkan lumayan banyak latihan soal berhasil diselesaikan bin dipahami di hari pertama ini. Oke, so the conclusion is I'm glad in my first semedi day. Though the most spicy thing happen in the day after :(.
Hari kedua, karena kemarin full day belajar di kamar, planningnya adalah outdoor study dan alun-alun kota Malang pun terpilih sebagai destinasi belajar hari ini karena lokasi yang strategis mau kemana aja deket dan pas kebetulan hari itu cuaca lagi bagus dan lagi ga rame banget, siplah! Spending time there till almost Maghrib praying time. Kesan untuk outdoor IELTS preparation adalah: it's more challenging yet fun and refreshing. Challenging karena waktu itu godaan untuk jajan lagi hits :D tapi Hamdan Lillah terselamatkan oleh komitmen utama, jadi nggak kebablasan. Fun and refreshingnya mungkin karena efek outdoornya yang lebih nggak stuck di satu pemandangan aja. So pembelajaran hari ini lebih nggak suntuk. I then went back to my dorm and the saddest thing appeared. Ba'da Maghrib dapet telpon kalo nenek wafat! I spent the whole night crying cause I couldn't do anything.
Yap, kalau mau ku flashback ke waktu itu -my most spicy time- antara sedih dan kecewa sama diri sendiri yang nggak bisa berbuat apapun bahkan menemani di nafas terakhir beliau :(. Praktis malam itu aku gelisah dan geregetan mondar-mandir linglung di kamar sendiri. Sebel sama diri sendiri karena hanya bisa stuck di kamar secara lusa udah hari official tes. Allah... :( I send my best pray to Allah SWT (while can't stop falling tears the whole night) for my grandma.
To be continued....
I consider my story above as the spicy part of my IELTS journey. Tanya kenapa? Karna jauh dari keluarga itu kaya berasa kesemutan seluruh badan, karna waktu itu lagi sibuk-sibuk bin asiknya nyiapin acara nikahan kakak sepupu dan aku harus migrasi ke Malang , omaigat! Oke, kuatkan hati dan berangkatlah aku ke Malang dengan tujuan: meminimalisir se minimal mungkin gangguan jenis apapun itu, huh! Hari pertama di Malang berjalan lancar dan sesuai harapan karna full seharian ada didalem kamar bersama IELTS preparation. Di hari pertama ini bener-bener aku merasakan kalau program "semedi" ini sangat membantu ke fokus dan ketenangan persiapan. Beberapa tips and trick bahkan lumayan banyak latihan soal berhasil diselesaikan bin dipahami di hari pertama ini. Oke, so the conclusion is I'm glad in my first semedi day. Though the most spicy thing happen in the day after :(.
Hari kedua, karena kemarin full day belajar di kamar, planningnya adalah outdoor study dan alun-alun kota Malang pun terpilih sebagai destinasi belajar hari ini karena lokasi yang strategis mau kemana aja deket dan pas kebetulan hari itu cuaca lagi bagus dan lagi ga rame banget, siplah! Spending time there till almost Maghrib praying time. Kesan untuk outdoor IELTS preparation adalah: it's more challenging yet fun and refreshing. Challenging karena waktu itu godaan untuk jajan lagi hits :D tapi Hamdan Lillah terselamatkan oleh komitmen utama, jadi nggak kebablasan. Fun and refreshingnya mungkin karena efek outdoornya yang lebih nggak stuck di satu pemandangan aja. So pembelajaran hari ini lebih nggak suntuk. I then went back to my dorm and the saddest thing appeared. Ba'da Maghrib dapet telpon kalo nenek wafat! I spent the whole night crying cause I couldn't do anything.
Yap, kalau mau ku flashback ke waktu itu -my most spicy time- antara sedih dan kecewa sama diri sendiri yang nggak bisa berbuat apapun bahkan menemani di nafas terakhir beliau :(. Praktis malam itu aku gelisah dan geregetan mondar-mandir linglung di kamar sendiri. Sebel sama diri sendiri karena hanya bisa stuck di kamar secara lusa udah hari official tes. Allah... :( I send my best pray to Allah SWT (while can't stop falling tears the whole night) for my grandma.
To be continued....
Komentar
Posting Komentar